• SD SANTA URSULA BANDUNG
  • Entrepreneurship Is Our Mindset
  • sd@santaursula-bdg.sch.id
  • (022) 7201774
  • Pencarian

Siapkan Kopermu

Nasihat dari Kata-kata Santa Angela 5: 3-7, 11-13

Ajaklah mereka agar meletakkan harapan mereka pada sukacita dan harta surgawi, agar mereka mendambakan pesta abadi di surga, yang penuh berkat dan tidak ada habis-habisnya.

Hendaknya mereka dari sekarang menolak secara total semua cinta terhadap dunia yang berdosa dan menjerumuskan di mana tiada damai atau kepuasan yang sejati, tapi hanya impian hampa, kepahitan, dan segala macam kesusahan serta kebusukan.

Peringatkan mereka supaya berkelakuan baik di rumah, berakal budi sehat, bijaksana dan rendah hati, bersikap sopan dan sederhana dalam segala hal. Dan bila mendengarkan, hendaknya mendengarkan hal-hal yang baik dan yang bermanfaat.

Bila berbicara, hendaknya kata-kata mereka bijaksana dan sopan, jangan sekali-kali keras atau kasar melainkan berbelas kasih dan membawa damai dan cinta kasih. Katakanlah bahwa saya ingin, mereka menjadi contoh yang baik,di mana pun juga

Renungan:

Apa tujuan hidup manusia di dunia? Tujuannya adalah hidup bahagia dan bisa kembali kepada Tuhan seutuhnya dan inilah jati diri kita yang sebenarnya. Lalu bagaimana caranya agar bisa kembali kepada-Nya? Tawaran dunia memang sangat menyenangkan bagi daging sehingga biasanya membuat kita menginginkan lebih dan mengakibatkan ketagihan tanpa batas. Namun jika direnungkan maka apa yang ditawarkan dunia hanyalah kegembiraan sesaat yang setelah rasa itu hilang maka yang muncul adalah rasa kosong, hampa, dan kehausan yang belum terpuaskan. Misalkan kita ambil contoh orang yang kecanduan narkoba. Ketika rasa kenikmatan narkoba selesai maka yang tinggal hanya kekosongan dan rasa tidak nyaman. Akibatnya mereka akan terus terikat dengan narkoba hanya untuk dapat terus merasakan sensasi gembira tersebut. Pada batas tertentu, rasa gembira itu akan berkurang sehingga mereka akan meningkatkan dosisnya dan seterusnya sampai titik di mana tubuh tidak mampu lagi menahan efek samping.

Kondisi tersebut tidak hanya akan merusak tubuh namun juga mental. Oleh karena itu dari survei tercatat bahwa dari tahun ke tahun, semakin banyak orang yang mengalami stres, depresi dan berakhir dengan bunuh diri karena mereka tidak mampu mendapatkan kebahagiaan yang mereka cari. Tentu saja mereka tidak mungkin mendapatkan kebahagiaan sejati jika memilih jalan atau cara yang salah.

Pada dasarnya, kebahagiaan sejati tidak dapat kita cari atau gapai dengan kekuatan manusiawi. Kebahagiaan sejati adalah merupakah anugerah dari Tuhan yang diberikan kepada siapapun yang memiliki kerinduan dan mencari di tempat yang benar. Namun jika manusia bisa mendapatkan rahmat ini maka hidup menjadi lebih ringan ketika menghadapi tantangan dan kenikmatan duniawi tidak lagi menjadi godaan yang tidak dapat dihadapi.

Santa Angela adalah salah satu tokoh yang mengajarkan bagaimana caranya agar kita bisa kembali kepada-Nya dengan “sukses”. Caranya adalah dengan cinta ganda, yakni mencintai Tuhan dan sesama. St Angela mengatakan salah satu cara agar kita bisa dekat dengan Tuhan adalah dengan mengatasi godaan duniawi yang sangat mengiurkan. Ia memberi beberapa tips sederhana dan bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari tentang bagaimana caranya mengasihi sesama dengan menunjukkan perilaku dan tutur kata yang membuat orang lain merasa bahagia. Dengan perilaku dan tutur kata demikian, maka tanpa sadar kita sudah menciptakan surga di dunia bagi orang lain.

Ada kalanya orang muda yang berpendapat bahwa urusan spiritual adalah urusan orang yang sudah tua, yang sudah mendekati liang kubur. Ketika masih muda maka perlu menikmati dunia dan mengejar semua ambisi terlebih dahulu. Masalahnya adalah kita tidak pernah tahu batas usia kita sendiri. Meninggal dunia tidaklah identik dengan usia tua karena bayi dan orang muda pun bisa meninggal. Inilah alasan mengapa pencarian jati diri kita yang sejati perlu dimulai sejak dini. Jangan sampai ketika akan dijemput malaikat maut, maka kita belum mempersiapkan hati kita untuk pulang ke “rumah”. Oleh karena itu, renungkanlah sejenak: di pagi hari Anda masih berakrivitas dengan semangat dan di sore hari Anda masih menikmati hidup atau hobi, dan besok paginya, di grup WhatsApp Anda, muncul berita bahwa si X sudah meninggal pagi ini. Tahukah Anda siapa si X tersebut? Si X itu, bisa saja Anda sendiri dan dengan tiba-tiba tanpa persiapan, tanpa koper, tanpa uang, atau kekuasaan yang mungkin dimiliki, Anda dipaksa untuk pergi ke tujuan yang belum dikenal. Hidup ini singkat, bro, yuk kita isi koper kita sekarang dan isinya cukup dengan hati yang berpasrah pada Tuhan Sang Pencipta saja kok.

Magdalena Lian, OSU

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Covid-19 Yang Membuatku Bersyukur

(Refleksi Akhir Tahun 2020) Covid 19 merupakan hot trending sejak tahun 2020 dan berlanjut sampai saat ini. Dunia menjadi gempar, negara-negara menjadi panik, ilmu kedokteran kerja

04/02/2021 13:00 WIB - Administrator
Santa Angela Merici : Jadul atau Up To Date?

Oleh : Sr. Magdalena Lian, OSU Pada tanggal 25 November 1535, di Brecia, Italia Utara, Angela Merici membentuk sebuah kompani (persekutuan) yang beranggotakan 28 orang wanita. Kompani

28/01/2021 14:00 WIB - Administrator
Seminar Daring

Pandemi Covid-19 telah menimbulkan krisis multidimensional secara global kepada semua makhluk hidup. Apakah ini tanda-tanda "kiamat" kecil? Bisakah kita tetap optimis dan berpengharapan

15/05/2020 17:23 WIB - Administrator